Inilah Ruang Kreatif untuk Refleksi dan Narasi Literasi: Corong Virus Emcho Menyuarakan Pikiran, Imajinasi, dan Emosi Tanpa Batas Ruang dan Waktu. Gigih Berjuang Lewat Tulisan!

Saturday, November 7, 2020

BUKU NAGUIB MAHFOUZ, KIRIMAN RATIH DARI MESIR

Sumber gambar: Dokumen Pribadi
Oleh Much. Khoiri

Beberapa waktu lalu ada kiriman buku dan lain-lain dari seseorang yang dulu mahasiswa bimbingan skripsi saya. Dulu dia menulis skripsi tentang Midaq Alley—salah satu karya Naguib Mahfouz, penulis penerima hadiah Nobel sastra yang kini karyanya dipaketkan olehnya ke saya.

Ratih Rahmasari, nama mahasiswa itu, S-1 angkatan 2005, saya bimbing menulis skripsi dengan judul “A Study of Social Mobility of the Characters in Naguib Mahfoudz’s Midaq Alley” (2009). Dia tertarik menulis tentang Naguib sejak kuliah membahas karya penerina hadiah Nobel itu. Tak heran, penulisan skripsinya lancar dan hasilnya bagus.

Sekarang Ratih tinggal di Mesir, mengikuti sang suami yang tahun 2019 mulai kerja sebagai asisten atase pertahanan di KBRI di Mesir. Bersama dua putranya, Ratih dan suami memulai hidup baru sebagai ‘migran’ di negeri orang. Serangkaian ikhtiar dan doa telah memungkinkan mereka berada di negeri impian itu.

Dalam sebuah pesan WA pada 21 Desember 2019 lalu, dia menulis: “10 tahun lalu saya menulis [skripsi] dengan karya ini, dan sekarang ada di sini. Semacam mimpi kok jadi nyata.” Yang dimaksud “karya ini” adalah novel “Midaq Alley”, dan “di sini” adalah kafe legendaris Naguib Maguib. Dia merasa bersyukur dan takjub!

“Naguib Mahfouz coffee shop” itu nama yang sengaja ingin Ratih napaktilasi. Dia bermimpi, jika suatu saat bisa pergi ke Mesir, setting dalam karya Naguib Mahfouz harus bisa dikunjungi satu persatu. Dan impian itu terwujud. Kini dia sudah mengunjungi kafe itu, dan bergambar bersama dua jagoannya yang ganteng. Benar-benar sebuah kafe legendaris!

Ratih dan dua jagoannya di Naguib Mahfouz coffee shop

Ratih tahu persis bahwa saya mengagumi Naguib Mahfouz, pengarang yang memang pantas dikagumi itu, baik pribadi maupun karyanya. Karena itu, ketika tapak tilas kawasan dan objek-objek dalam novel yang dia tulis dalam skripsi, dia menemukan buku-buku Naguib terbaru; maka Ratih langsung mengontak saya, mengabarkan semuanya.

Dia juga mengabarkan adanya bazar buku yang besar-besaran. “Internasional book fair terbesar yang pernah saya kunjungi. Untuk buku berbahasa Inggris ada 1 hall besar sendiri, yang bahasa Arab 4 hall,” tulisnya lewat WA. Apakah yang ingin dikejarnya? Buku karya Naguib Mahfouz. Maka, dia juga mengujungi bazar buku tersebut, guna memuaskan apa yang ingin dicarinya.

Tak lama kemudian, dia mengirimi saya buku-buku baru Naguib Mahfouz. "Hadiah khusus untuk Bapak," katanya, ketika saya tanyakan berapa saya harus transfer untuk semuanya. Dia memang berniat memberi hadiah; dan saya tak bisa menolaknya. Itu buku-buku yang tidak tersedia di toko-toko buku di kota saya.

Judulnya adalah “Karnak Café”, “Children of the Alley”, dan “Voices from the Other World”. Semua baru, jreng, kinyis-kinyis. Saya kenal dengan tema dan gaya tulisan Naguib Mahfouz, pastilah ketiga karya ini juga bagus. Sebenarnya ketiganya sangat menggoda untuk membacanya satu persatu. Namun, saat ini waktunya belum memungkinkan. Saya masih terikat untuk mengerjakan tugas-tugas akademik yang sama wajibnya.

Karena itu, saya harus tunduk pada prioritas! Akhirnya, buku-buku itu saya relakan mengantri di rak buku yang khusus belum saya baca. Ada beberapa yang lain, memang, termasuk buku “Lentera Kegelapan”, buku serial Ensiklopedia, sebagian “Al-Hikam” karya Ibn Athaillah, dan lain-lain. Maklum, saya membaca buku secara ngemil, pelan-pelan, di sela berbagai kesibukan dan tugas akademik yang menyita tenaga, pikiran, dan waktu. Pada gilirannya saya pasti membacanya, insyaallah.[*]

#Much. Khoiri adalah dosen Sastra Inggris, penggerak literasi, editor, dan penulis buku dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Tulisan ini pendapat pribadi.

 

4 comments:

  1. Barakallah senang sekali saya membacanya pasti ada kepuasan batin tersendiri saat menerima buku itu dan bersyukur denga kesuksesan mahasiswanya.ada typo sedikit ya
    Harusnya Desember 2019

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matur nuwun, b hajjah atas apresiasi dan typonya. Sudah sy benahi. nwn

      Delete
  2. Masya Allah... ngemil bukuu... indah istilahnya

    ReplyDelete
  3. Amazing for Abah Emcho and also his student. Sungguh murid yang taat pada gurunya meski sudah lulus. Guru yang luarbiasa selalu di hati nggih Bah😍

    ReplyDelete

Terima kasih banyak atas apresiasi dan krisannya. Semoga sehat selalu.

Dulgemuk Berbagi (6): TULISAN MENUNJUKKAN PENULISNYA

Oleh Much. Khoiri DALAM cangkrukan petang ini, setelah menyimak video-video tentang tokoh yang mengklaim dan diklaim sebagai imam besar, P...

Popular Posts